Pagi bos! sapaku pada seseorang yang sedang menuliskan ijin masuk ke area tempatku bekerja,gimana kabar,kemana aja nih,ketika mantan bos ini mengajak salaman,,ada kok nggak kemana mana,jawabnya sambil tersemyum dan bergegas pergi .
Ada sesuatu yang berbeda jika dibandingkan dengan sikapnya dulu sewaktu menjadi pemimpin tertinggi,yang begitu angkuh dan tinggi hati.Sepertinya dunia ini semua miliknya,ngomong ini harus diturutin,ngomong anu harus dilakuin,meski aku nggak langsung dibawah wewenangnya tapi gaung kediktatorannya begitu terasa.
Memang terkadang kita selalu lupa ketika posisi kita sedang berada diatas dan ini fakta bisa terjadi pada setiap orang dan bukan tidak mungkin ini juga terjadi pada saya.
Kita selalu lupa bahwa kehidupan itu tidak selalu diatas,terkadang dibawah, dipinggir atau disisi manapun yang tak pernah kita duga.
Seperti juga yang terjadi pada para Pemimpin dinegeri ini,entah peminpin partai,peminpin kelurahan,pemimpin kecamatan,dan pemimpin pemimpin yang lain,entah itu yang mengaku ngaku sebagai pemimpin atau memang dipilih oleh anggotanya sebagai pemimpin,mereka terkadang lupa jika dulu pernah berjuang bersama saat reformasi untuk menggulingkan pemimpin waktu itu,mereka lupa jika dulu pernah bersama berjuang walau hanya bermodalkan tas ransel dan setumpuk Orasi.
Sehingga karena lupa mereka terlena dalam limpahan harta dan kekuasaan,dan pada akhirnya mereka akan seenaknya menggunakan uang rakyat,korupsi dimana mana,melupakan rakyat yang semakin termiskinkan oleh keadaan.
dan pertanyaan besarnya entah sampai kapan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar